Cerita Kesuksesan Seorang Ronaldinho Hingga Gantung Sepatu

Cerita Kesuksesan Seorang Ronaldinho Hingga Gantung Sepatu
Pemain ini merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah negara Samba Brazil miliki. Pemain ini juga sudah pernah mengangkat trofi FIFA World CUP ditahun 2002. Dia adalah Ronaldiho. Memiliki nama asli Ronaldo de Assis Moreira, lahir dikota Porto Alegre, Brasil pada tanggal 21 Maret 1980. Ibu dari Ronaldihono adalah mantan seorang pedagang yang berajar menjadi seorang perawat. Sedangkan ayahnya adalah seorang galangan kapal dan merupakan pemain sepakbola profesional di klub Cruzeiro Esporte Clube.

Cerita Kesuksesan Seorang Ronaldinho Hingga Gantung Sepatu

Pada saat usia 8 tahun Ronaldinho tiba tiba terkenak serangan jatung fatal, ketika dia melakukan olahraga berenang. Keluarga Ronaldinho pun pindah ke kota Guaruja ketika abangnya (Roberto) memilih menandatangani kontrak dengan klub dikota tersebut (Gremio). Tempat tinggal yang ditinggali oleh Ronaldiho di kota Guaruja, lebih layak untuk dihuni ketimbang dengan rumah dikota kelahirannya. Rumah yang mereka tempati tersebut merupakan hadiah dari Klub yang dibela oleh Roberto, untuk meyakinkan keseriusan dari klub tersebut. Namun sayang karier dari abang Ronaldiho harus cepat berakhir akibat mengalami cedera yang cukup serius.
(Cerita Kesuksesan Seorang Ronaldinho Hingga Gantung Sepatu)
Kelihaian Ronaldinho untuk bermain dengan sikulit bundar ini mulai menunjukan perkembangan yang pesat saat berumur 8 tahun. Dan nama Ronaldinho pun klub ini (Grêmio) yang berikan. Karena disaat dia dimainkan posisi tubuh yang kecil dan usia yang terbilang masih muda. Tidak hanya bermain untuk sepak bola propesional saja pria yang memiliki nama lengkap Ronaldo de Assis Moreira ini juga mencoba untuk bermain permainan Futsal dan sepakbola pantai. Media media mengetahui dirinya dan ingin mewawancarainya ketika dia mencetak 23 gol dalam satu pertandingan melawan tim lokal di Brazil.

Saat Word Cup 1997 U-17 Mesir, anak kecil ini diprediksi akan menjadi rising star. Dimana dia mampu mencetak dua gol pada adu pinalti. Di tahun 1998-2001 dia mulai bermain di klub profesional Grêmio,3 tahun membela tim Brazil tersebut, dia sudah mampu mencetak 21 gol dari 52 penampilannya. Melihat kepiawaiannya mengelola sikulit bundar, klub klube Eropa sangat ingin menggunakan jasanya. Namun PSG yang bergerak cepat, dapat memiliki pemain Brazil tersebut.
(Cerita Kesuksesan Seorang Ronaldinho Hingga Gantung Sepatu)
Psg pun menjadi tim pertamanya di Eropa. Selama berseragam PSG pemain sudah menyumbang 17 gol dari 55 penampilan yang dia jalani. Pemain tesebut hanya bertahan musim 2001-2003 di Stadion Parc des Princes, Ditahun 2003 tim raksasa Spanyol asal Catalunia mendapatkan jasanya dengan menebus harga sekitar 32.25 juta pound. Diklub inilah kejayaan Ronaldiho didapatkan, Selama 5 tahun membela tim catalan hampir semua trofi sudah pernah dia angkat dari trofi La Liga (2x), Super Spanyol (2x), Liga Champions(1x).

Tidak hanya itu saja gelar Indivudi pun pernah dia angakat ketika masih membela FC Barcelona, Gelar yang di maksud adalah Fifa Ballon d’Or di tahun 2005 dan setahun kemudian dia mendapatkan penghargaan UEFA Best Player In Europa. Setelah Barcelona mengganti kepelatihan dari Frank Rijkaard ke Josep Guardiola. Pemain terbaik versi Fifa 2005 ini pun perlahan mulai tersikir, karena dinilai tidak sesuai dengan cara permainan dari Pep. Lalu dia pun memilih bermain di Seri A membela Ac Milan.
(Cerita Kesuksesan Seorang Ronaldinho Hingga Gantung Sepatu)
Ac milan yang mendatangkan dirinya Milan membayar dana yang lebih murah dari market value yang ditaksir sebesar 35 juta pound. Dana yang dikeluarkan Ac milan hanya sekitar 25 juta. Besama dengan Ac Milan pemain yang memiliki ciri ciri gigi tongos tersebut pun memberikan 1 gelar Italia Cup dan mencetak 20 gol dari 76 pertandingan. Setelah kontraknya berakhir di Ac Milan, dia pun memutuskan untuk kembali ke Negaranya untuk membela Klub klub lokal disana. Sempat jeda 1 tahun dari dunia sepakbola pemain ini kembali bermain bola ditahun 2011 dan tim yang dia bela setelah kembali dari Eropa dan istirahat selama setahun adalah Flamengo.

Selama satu musim membela Flamengo, dia sudah berhasil mencetak 15 gol dari 33 penampilanya. Setelah dari Flamengo, pria yang saat ini sudah berusia 37 tahun tersebut membela 3 klub lain nya dari tahun 2014-2016. Tim tersebut adalah Atlético Mineiro (1 musim), Querétaro FC (1musim) dan Fluminense Football Club (1musim). setelah di musim 2016/2017 tidak mendapatkan klub pemain tersebut memutuskan untuk gantung sepatu di tanggal 3 Februari 2017. Tidak lupa kedua klub yang pernah dia berikan hadiah gelar juga memberikan ucapan trima kasih. Diakun media sosial masing masing klub tersebut mengucapkan kepada dirinya.